Thomas Cup 2026 Jadi Mimpi Buruk, Alwi Farhan Blak-blakan soal Beban Berat

4 hours ago 4

Thomas Cup 2026 Jadi Mimpi Buruk, Alwi Farhan Blak-blakan soal Beban Berat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Alwi Farhan saat tampil di Thomas Cup 2026. Foto: PBSI.

jpnn.com - Alwi Farhan mengaku dibayangi tekanan besar ketika tampil melawan Prancis pada laga penentuan Grup D Thomas Cup 2026, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.

Pemuda kelahiran Surakarta itu merasakan tekanan besar setelah Jonatan Christie yang tampil di partai pembuka lebih dahulu tumbang dari Christo Popov lewat dua gim langsung 19-21, 14-21.

Situasi tertinggal membuat Alwi Farhan datang ke lapangan dengan beban tambahan karena dituntut menyamakan kedudukan untuk menjaga peluang Indonesia tetap hidup.

Alwi mengakui situasi tersebut cukup memengaruhi mentalnya selama pertandingan. Pemain berusia 20 tahun itu pun harus mengakui ketangguhan Alex Lanier.

"Memang sekarang posisinya kamu juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure," ucapnya.

Alhasil, Alwi harus menelan kekalahan dua gim langsung dari Alex dengan skor 16-21, 19-21.

Menurut Alwi, pola permainan lawan sebenarnya tidak jauh berbeda dari pertemuan sebelumnya. Namun, kekuatan pukulan Lanier menjadi tantangan tersendiri yang sulit diantisipasi.

Namun, Alwi menyebut kekuatan serangan Lanier menjadi faktor yang paling menyulitkan dirinya di lapangan.

Alwi Farhan mengaku dibayangi tekanan besar ketika tampil melawan Prancis pada laga penentuan Grup D Thomas Cup 2026

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|