Terapi CAPD Jadi Harapan Baru Pasien Gagal Ginjal

2 hours ago 3

Terapi CAPD Jadi Harapan Baru Pasien Gagal Ginjal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Richard Samosir, mengatakan saat ini terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) menjadi harapan baru pasien ginjal. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Selama lebih dari satu dekade, Rudi (bukan nama sebenarnya) harus datang ke rumah sakit dua kali dalam sepekan untuk menjalani terapi cuci darah atau hemodialisis (HD).

Setiap kunjungan berarti menghadapi antrean panjang, jarum yang kembali menusuk akses pembuluh darahnya, serta waktu kerja yang terpaksa ia tinggalkan.

Sebagai tulang punggung keluarga, ia kerap dihantui kecemasan bahwa kondisi kesehatannya dapat memengaruhi pekerjaan dan penghasilannya.

“Saya pikir memang hanya itu satu-satunya cara untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Saat itu, ia mengaku tidak pernah mendapatkan informasi yang cukup mengenai pilihan terapi lain yang sebenarnya tersedia bagi pasien gagal ginjal. Baginya, menjalani terapi HD secara rutin adalah satu-satunya pilihan yang ia pahami saat itu untuk bertahan hidup.

Rudi baru mengetahui tentang terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) setelah berdiskusi dengan sesama pasien di komunitas pasien yang rutin melakukan cuci darah.

Saat itulah ia menyadari ada metode dialisis mandiri yang bisa dilakukan di rumah, dengan kontrol rutin sebulan sekali.

“Kenapa tidak dari dulu saya tahu?” katanya dengan nada menyesal. Kisah Rudi bukan satu-satunya.

Selama lebih dari satu dekade, Rudi (bukan nama sebenarnya) harus datang ke rumah sakit dua kali dalam sepekan untuk menjalani terapi cuci darah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|