Tanggapi Skenario Defisit APBN, Waka MPR Ingatkan Setiap Opsi Prioritaskan 2 Hal Ini

7 hours ago 3

Tanggapi Skenario Defisit APBN, Waka MPR Ingatkan Setiap Opsi Prioritaskan 2 Hal Ini

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menanggapi skenario tembusnya defisit APBN menjadi 3,18 sampai 4 persen akibat meningkatnya beban fiskal karena lonjakan harga migas sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno meyakini tim ekonomi pemerintah akan mencari solusi yang tepat dan tidak membebani masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi skenario tembusnya defisit APBN menjadi 3,18 sampai 4 persen akibat meningkatnya beban fiskal karena lonjakan harga migas sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Eddy mengapresiasi langkah cepat tim ekonomi pemerintah yang telah memproyeksikan dampak perang di Timur Tengah terhadap perekonomian dan defisit APBN tahun 2026.

Dia menyampaikan sejak awal pecahnya perang di Timur Tengah, dirinya telah menyampaikan pentingnya kewaspadaan mengantisipasi lonjakan harga migas, melemahnya kurs rupiah dan tersendatnya pasokan migas yang kita impor.

"Ketahanan fiskal dan kehandalan pasokan migas merupakan kunci dari upaya Indonesia untuk melalui gejolak geopolitik yang sangat disruptif ini dengan aman,” kata Eddy dalam keterangannya, Sabtu (14/3).

Eddy menjelaskan walaupun pemerintah dapat mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) untuk memperlebar defisit APBN terhadap PDB di atas 3 persen, namun harus tetap mewaspadai risiko penurunan peringkat sovereign rating jika kebijakan fiskal dan pengelolaan APBN ke dianggap kurang prudent.

“Saat ini kita dihadapkan pada sejumlah pilihan yang pelik, yakni mengencangkan ikat pinggang dengan memotong sementara sejumlah kegiatan yang dibiayai APBN atau menarik pinjaman baru untuk menutup defisit APBN yang semakin melebar," ungkap Eddy.

Menurut Eddy, opsi pertama tampaknya dapat dilaksanakan lebih cepat dengan catatan pemotongan anggaran tidak akan memangkas pertumbuhan ekonomi.

Waka MPR Eddy Soeparno menanggapi skenario tembusnya defisit APBN dengan mengingatkan agar setiap opsi harus prioritaskan pertumbuhan ekonomi dan daya beli

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|