jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana menyatakan perusahaan telah mengambil berbagai langkah terkait isu investor retail Niyo yang tidak mengakui transaksi saham senilai Rp 1,8 miliar melalui aplikasi Ajaib Sekuritas.
Juliana menuturkan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga integritas industri, Ajaib Sekuritas mengedepankan pendekatan dialog.
"Penyelesaian secara langsung telah ditempuh melalui pertemuan dengan nasabah, komunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan saat ini dilanjutkan dengan pengajuan mediasi resmi melalui LAPS SJK," kata Juliana dikutip, Senin (4/8).
Juliana menjelaskan transaksi tersebut sah dan dilakukan lewat perangkat terpercaya milik nasabah, diperkuat dengan catatan log system dari pihak independen.
Namun, perusahaan menilai penyebaran informasi tidak akurat yang dilakukan secara terbuka, berulang, dan dengan tujuan tertentu dapat menciptakan keresahan serta mencederai kepercayaan terhadap ekosistem pasar modal.
Saat ini, Ajaib menempuh tiga jalur penyelesaian secara paralel, mediasi melalui LAPS SJK, komunikasi dengan regulator, serta langkah hukum sesuai koridor yang berlaku dan berdasarkan masukan konstruktif dari konsultan hukum.
Sebab, dia menilai isu saat ini bukan sekadar perbedaan pandangan terkait transaksi, tetapi telah berkembang menjadi upaya sistematis membentuk narasi yang menyesatkan.
“Ini bukan keputusan yang kami ambil dengan ringan. Namun, kami berkewajiban merespons secara proporsional dan sesuai hukum,” tegas Juliana.