jpnn.com, JAKARTA - Presiden Partai Buruh Said Iqbal berharap kasus tertangkapnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Emanuel Ebenezer atau Noel tak terjadi ke depan.
"Kami ingin kasus Noel ini tidak terulang," kata dia di sela-sela unjuk rasa elemen buruh di area depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (28/8).
Said Iqbal mengatakan praktik rasuah di Kemenaker sebenarnya menjadi rahasia umum, akibat perizinan yang rawan disalahgunakan.
"Izin agen outsourcing itu potensi korupsi. Izin TKA potensi korupsi. Izin sertifikasi K3 potensi korupsi. Banyak perizinan di Kemnaker itu ada kaitan berkelindan dengan perusahaan," ujar dia.
Said Iqbal melanjutkan praktik korupsi di Kemenaker sebenarnya merugikan para pekerja, akibat pungutan dalam perizinan.
Sebab, ujar dia, perusahaan terdampak ketika izin disalahgunakan yang bakal dibebankan ke buruh.
“Kalau ada korupsi, kan biaya sertifikasi K3 naik, biaya outsourcing naik, biaya TKA naik. Itu namanya overhead cost di perusahaan. Maka labor cost, biaya buruh ditekan. Berarti kalau ada korupsi, kita semua buruh itu tidak sejahtera,” ujar Said.
Menurutnya, satu cara untuk mencegah korupsi tidak terulang ialah segera disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.