jpnn.com - PROGRAM 10.000 MCK untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Cianjur, bukan sekadar proyek pembangunan fasilitas sanitasi.
Itu merupakan pesan politik sekaligus pesan moral: pesantren membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar perdebatan yang berkepanjangan.
Apa yang disampaikan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar patut menjadi perhatian. Masih banyak pesantren dengan ribuan santri, tetapi jumlah kamar mandi dan fasilitas sanitasi sama sekali tidak memadai. Padahal, sanitasi merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kualitas proses belajar mengajar.
Persoalan seperti ini sesungguhnya sudah lama ada. Yang menarik adalah siapa yang akhirnya mengambil inisiatif untuk menjawabnya.
Di tengah dinamika internal PBNU yang dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak menyita perhatian publik karena berbagai polemik di tingkat elite, PKB justru konsisten membawa agenda-agenda yang langsung menyentuh kebutuhan pesantren.
Penilaian bahwa ruang publik lebih banyak dipenuhi perbincangan mengenai konflik elite dibanding pembahasan program pemberdayaan pesantren menjadi salah satu alasan mengapa langkah PKB terasa kontras.
Padahal, sebagai rumah besar nahdiyin, PBNU memikul harapan besar untuk terus menjadi pengayom pesantren yang jumlahnya mencapai puluhan ribu. Karena itu, ketika ruang tersebut tampak belum terisi secara optimal, wajar jika muncul kesan bahwa pihak lain mengambil peran yang lebih menonjol dalam menjawab kebutuhan riil pesantren.
Dalam isu kekerasan seksual di lingkungan pesantren, PKB juga memilih jalur kerja konkret. Melalui FPTP dan sejumlah sayap organisasi PKB, partai tersebut mempertemukan pengasuh pesantren, aparat kepolisian, kementerian terkait, lembaga perlindungan perempuan, hingga berbagai unsur masyarakat sipil untuk menyusun solusi bersama.

2 hours ago
2



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557642/original/085423100_1776349008-IMG_9721.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550379/original/022184300_1775668574-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_10.51.36_PM.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546845/original/065062000_1775373440-DKW_4291.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557653/original/008257800_1776350777-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-07.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255669/original/089095000_1750211606-Persijap-Tunjuk-M--rio-Lemos-sebagai-Pelatih-Kepala-1749715558.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557643/original/097564000_1776349047-IMG_20260416_201137.jpg.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182507/original/053806700_1744093142-000_39BE3EX.jpg)

