Prof Henry Indraguna: Negara Jangan Lembek Hadapi Mafia Migas

6 hours ago 2

 Negara Jangan Lembek Hadapi Mafia Migas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pakar Hukum Profesor Dr Henry Indraguna. FotO Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta agar penimbunan Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi dihentikan.

Menteri Bahlil menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja di sebuah SPBU di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Bahlil meminta para oknum penimbun BBM bersubsidi menghentikan aksi ilegal mereka yang sangat merugikan masyarakat, terlebih dunia di ambang krisis energi akibat dampak perang Iran versus Israel-Amerika.

“Saya mohon dengan sangat kepada teman-teman yang selama ini masih bermain dengan menimbun BBM. Sekali lagi mohon jangan dilanjutkan," ucap Bahlil.

Apa yang disampaikan Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini adalah sebuah kalimat yang sopan dengan tujuan menyelamatkan hak rakyat miskin yang terampas oleh kelangkaan stok di lapangan.

Merespons hal ini, pemerhati kebijakan publik, Prof. Dr. Henry Indraguna, SH, MH menilai niat Bahlil menyentuh nurani oknum pelaku usaha yang masih nakal agar tobat nasuha atau insaf untuk yang terakhir dan seterusnya.

Menurut Prof Henry, cara komunikasi Bahlil sebagai pembantu Presiden Prabowo di kabinet yang saat ini paling diandalkan untuk mengawal dan menyelamatkan ESDM Indonesia dari jurang krisis energi dunia adalah aebuah langkah awal yang positif dalam menjaga stabilitas dan kohesi sosial.

“Penggunaan diksi memohon kepada para pelanggar hukum sejatinya adalah memberikan early warning kepada siapapun di negeri ini untuk tidak  mengkhianati rakyat dengan menimbun BBM hanya untuk mengeruk keuntungan di saat dunia di ambang krisis energi. Dan Pak Prabowo pun sudah berulangkali mengatakan akan menghabisi mafia BBM. Meski begitu, permohonan agar tidak menimbun BBM juga jangan sampai diartikan sebagai sisi lemah negara di hadapan mafia energi," ujar Prof Henry di sela-sela halalbihalal kepada beberapa konstituennya di Dapil Solo Raya, Jumat (27/3/2026).

Prof Henry mendukung penuh cara cerdas penghematan BBM dengan sistem kendali distribusi digital berbasis NIK atau Nomor Induk Kepegawaian.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|