jpnn.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantam sejumlah produsen mobil besar di Eropa.
Fenomena itu mencerminkan tekanan berat yang tengah dihadapi industri otomotif kawasan tersebut, di tengah perubahan besar menuju era kendaraan listrik.
Salah satu langkah paling mencolok datang dari Volkswagen. Dalam laporan tahunannya, produsen asal Jerman itu mengungkapkan rencana memangkas sekitar 50.000 pekerjaan di Jerman hingga 2030.
Pakar industri otomotif dari University of Birmingham, David Bailey, menyebut skala langkah tersebut sangat besar.
Menurutnya, keputusan itu mencerminkan “badai sempurna” yang kini menghantam produsen mobil Eropa, mulai dari penurunan permintaan global hingga perubahan teknologi yang cepat.
Tekanan serupa juga terlihat di Inggris. Produsen mobil mewah Aston Martin mengumumkan rencana memangkas hingga 20 persen tenaga kerjanya setelah menghadapi kerugian finansial yang berkepanjangan.
Sementara itu, Jaguar Land Rover juga tengah mengurangi ratusan posisi manajemen melalui program pengunduran diri sukarela.
Sejumlah faktor mendorong gelombang PHK ini. Permintaan di beberapa pasar ekspor utama mulai melemah, sehingga menghambat pertumbuhan penjualan produsen Eropa yang selama ini bergantung pada pasar global.

3 hours ago
2





















































