Prajurit TNI Tewas Dalam Misi Perdamaian, Legislator Singgung Penarikan Pasukan

6 hours ago 2

Prajurit TNI Tewas Dalam Misi Perdamaian, Legislator Singgung Penarikan Pasukan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Personel TNI AL dari Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya seusai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 di Koarmada II, Surabaya, Jatim, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Korvet kelas Sigma di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL yang membawa 120 personel TNI AL itu telah kembali ke Surabaya setelah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/bar

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon pada Minggu (29/3) yang mengakibatkan tewasnta satu prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL PBB atau pasukan perdamaian.

"Ini adalah tragedi kemanusiaan dan pelanggaran terhadap semangat perdamaian dunia,” ujar Oleh Soleh melalui keterangan persnya, Senin (30/3).

Legislator fraksi PKB itu meminta pemerintah Indonesia bisa mengevaluasi penempatan prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon. 

Menurutnya, situasi keamanan di wilayah tersebut saat ini sangat membahayakan bagi keselamatan prajurit yabg bertugas.

“Dengan kondisi yang semakin memanas akibat konflik antara Israel dan Hizbullah, prajurit TNI berpotensi menjadi target serangan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya.

Oleh Soleh menilai bahwa eskalasi konflik yang sedang berlangsung perlu dijadikan bahan pertimbangan strategis agar tidak menimbulkan korban jiwa lebih lanjut dari pihak Indonesia.

Dia mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan langkah-langkah konkret, termasuk kemungkinan penarikan pasukan TNI dalam misi perdamaian.

“Keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama. Evaluasi penugasan hingga opsi penarikan sementara pasukan dalam misi UNIFIL perlu segera dipertimbangkan,” pungkas dia.

Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menyebut pemerintah perlu mengevaluasi keberadaan prajurit TNI dalam misi perdamaian.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|