PPLI & LAZNAS Al-Azhar Kritik Penggunaan Detergen dengan Busa Melimpah

5 hours ago 2

PPLI & LAZNAS Al-Azhar Kritik Penggunaan Detergen dengan Busa Melimpah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

"Ngopling" (Ngobrol Peduli Lingkungan) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan di Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Laboratorium Manager PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Muhamad Yusuf Firdaus, menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan detergen dengan busa melimpah.

Menurut Yusuf, tumpukan busa di aliran sungai dapat menghalangi sinar matahari dan oksigen masuk ke dalam air.

Hal itu dia katakan dalam acara "Ngopling" (Ngobrol Peduli Lingkungan) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan di Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3).

"Untuk mencuci kadang ibu-ibu suka detergen yang busanya melimpah. Padahal busa ini jadi masalah, kalau menumpuk terus ujung-ujungnya sinar matahari tidak bisa masuk ke sungai,” ucap Yusuf.

“Oksigen tidak dapat masuk, biota air di sungai terganggu dan lama-lama dia mati lalu terjadi pendangkalan," lanjutnya.

Dia juga menyentil perilaku sebagian masyarakat yang masih boros dalam penggunaan air bersih termasuk saat berwudu.

"Wudhu juga jadi persoalan. Kadang saat wudhu krannya dibuka maksimal. Padahal ini wudhu, bukan mandi,” tutur Yusuf.

Untuk itu, Yusuf berharap semangat menjaga kelestarian lingkungan, termasuk penghematan air, disisipkan dalam forum umat seperti pengajian.

Menurut Yusuf, tumpukan busa di aliran sungai dapat menghalangi sinar matahari dan oksigen masuk ke dalam air.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|