jpnn.com, JAKARTA - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa mudik tahun ini didukung oleh penggunaan drone dan kamera badan (body cam) yang melekat pada petugas di lapangan.
Penggunaan teknologi kelas wahid untuk memastikan pemudik aman dan pelanggar lalu lintas tetap terpantau.
"Drone sangat penting. Ada dua jenis drone yang kami pakai. Pertama, drone yang terhubung dengan Command Center Mobile," kata Komjen Dedi Prasetyo kepada awak media, di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (14/3).
Mantan Kapolda Kalteng ini menjelaskan, drone tersebut berfungsi sebagai "mata udara" yang bergerak dinamis untuk menjangkau area-area yang tidak tertangkap oleh kamera CCTV statis di jalan tol.
"Drone ini secara dinamis melihat titik-titik yang harus dikontrol. Tempat-tempat yang tidak terpantau CCTV, drone mobile inilah yang masuk untuk melakukan analisa data. Ini sangat penting untuk pengambilan keputusan cepat di lapangan," jelasnya.
Selain drone pemantau arus, Polri juga menerjunkan Drone ETLE. Berbeda dengan drone biasa, jenis ini memiliki spesifikasi khusus untuk melakukan penindakan tilang elektronik dari udara.
"Drone kedua adalah Drone ETLE. Ini khusus untuk melakukan penindakan secara elektronik bagi pelanggar lalu lintas yang membandel," tegas jenderal bintang tiga itu.
Tidak hanya itu, personel Polri yang bertugas di jalur mudik juga dibekali body cam.

6 hours ago
1





















































