Perusahaan Tambang asal Tiongkok di Indonesia Dihadapkan pada Tantangan Nonkomersial

2 days ago 8

Perusahaan Tambang asal Tiongkok di Indonesia Dihadapkan pada Tantangan Nonkomersial

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Bidang Energi dan Investasi Ikatan Keluarga Alumni Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA ISMEI) Fahmi Ismail (memegang map) bersama Ketua Bidang UMKM dan Koperasi IKA ISMEI Janwar Jarim (kiri berkacamata) saat bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Jumat (22/8). Foto: dokumentasi IKA ISMEI

jpnn.com, JAKARTA - Belakangan ini sejumlah perusahaan pertambangan asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan nonkomersial.

Bentuk tantangan itu mulai dari pemerasan oleh kelompok kriminal, tuduhan perusakan lingkungan, hingga terbatasnya dukungan pemerintah pusat terhadap kelancaran investasi.

Gangguan dari Kelompok Kriminal
Belum lama ini terungkap adanya dugaan praktik kerja paksa serta penyelidikan ilegal di kawasan pertambangan di Morowali, Sulawesi Tengah. Media juga menemukan separuh perusahaan tambang di wilayah tersebut pernah menjadi korban pemerasan oleh kelompok preman.

Sebagian besar investasi tambang Tiongkok berada di daerah terpencil, seperti di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, hingga Papua. Kompleksitas sosial dan budaya di wilayah itu kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menekan perusahaan.

Modus yang digunakan, antara lain, memaksa perusahaan memberi dana sumbangan, mewajibkan perekrutan tenaga kerja lokal, hingga ancaman mobilisasi massa. Jika ancaman itu tidak dipenuhi, perusahaan bisa menghadapi aksi demonstrasi, penutupan jalan, hingga pemblokiran material yang berujung pada kerugian besar.

Meski perusahaan lokal Indonesia juga mengalami hal serupa, perusahaan tambang Tiongkok disebut lebih sering menjadi sasaran utama.

Isu Lingkungan Terus Jadi Sorotan
Selain persoalan keamanan, perusahaan tambang Tiongkok juga kerap dikaitkan dengan isu lingkungan. Pada 10 Juni lalu, pemerintah mencabut izin operasi sebuah tambang di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada GAG Nikel, perusahaan patungan dengan Tiongkok, sehingga memicu ketidakpuasan masyarakat.

Ikatan Keluarga Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Seluruh Indonesia (IKA ISMEI) menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|