jpnn.com - Kalangan pengamat berharap kursi Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) bidang non-yudisial harus diisi oleh orang yang berintegritas dan punya kemampuan mumpuni.
Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali mengatakan pemilihan Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) bidang non-yudisial akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Menurut dia, ada tren peningkatan kinerja yang baik di bawah pimpinan Ketua Mahkamah Agung Prof. Sunarto.
Ketua MA saat ini disebut fokus melakukan pembenahan. Terutama setelah ada kasus-kasus besar seperti makelar kasus, penemuan uang triliunan rupiah di rumah mantan orang dalam MA.
"Juga ada mantan sekretaris MA yang hingga kini masalah hukumnya tak pernah selesai di KPK. Semua itu sulit dibayangkan dengan akal sehat di sebuah mahkamah yang agung," ucap Effendi dalam keterangannya, pada Kamis (28/8).
Effendi Gazali berharap, setelah ada “bencana” di MK, bisa muncul rencana baik yang dilakukan oleh sang pemimpin.
"Ketua MA saat ini tampak serius dengan rencananya, beberapa sudah terlaksana. Ada rotasi hakim, ada juga pendidikan dan peningkatan kapabilitas yang mulai terasa. Intinya sekarang tren MA membaik," kata dia.
Namun, pada praktik atau kenyataannya, tidak semuanya berubah langsung indah dan baik. Effendi Gazali mengaku pernah kerepotan saat menghadapi perkara.