Peneliti Unair: Kadar BPA Galon Guna Ulang PC Masih Jauh di Bawah Batas Aman

4 hours ago 2

 Kadar BPA Galon Guna Ulang PC Masih Jauh di Bawah Batas Aman

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti Unair memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi air minum dari galon guna ulang polikarbonat (PC) karena kadar Bisphenol A (BPA) yang terdeteksi masih jauh di bawah ambang batas aman. ilustrasi. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Penelitian terbaru dari Universitas Airlangga (Unair) mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait isu BPA, menyusul temuan bahwa seluruh sampel air minum galon polikarbonat yang diuji memiliki kadar zat kimia yang sangat rendah.

"Berdasarkan hasil penelitian kami, masyarakat tidak perlu merasa panik. Seluruh sampel air minum yang kami analisis memiliki kadar BPA yang masih berada di bawah batas aman," kata Ketua Peneliti dari Universitas Airlangga (Unair), Dr. Sudarmaji.

Dia menjelaskan, hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) juga menunjukkan bahwa risiko non-karsinogenik maupun karsinogenik masih berada dalam kategori aman. Dia mengatakan, penelitian dilakukan terhadap seluruh sampel air minum yang memakai galon guna ulang polikarbonat.

Sudarmaji melanjutkan bahwa kalaupun ada BPA yang masuk ke dalam tubuh maka tidak bakal menetap. Pakar Kesehatan Lingkungan Unair ini mengatakan, zat tersebut akan diproses oleh hati menjadi bentuk yang lebih mudah larut dalam air dalam waktu relatif singkat dan dikeluarkan melalui urin, feses, dan keringat.

"Jadi BPA tidak cenderung menumpuk secara permanen di dalam tubuh," katanya.

Meski demikian, Sudarmaji mengingatkan bahwa penyimpanan dan distribusi galon tetap harus dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Menurutnya, paparan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi memang dapat meningkatkan peluang migrasi BPA dari kemasan polikarbonat ke dalam air.

"Secara ilmiah, pajanan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi dapat mempercepat degradasi polikarbonat sehingga migrasi BPA ke dalam air menjadi lebih besar," katanya.

Dia menjelaskan, galon yang disimpan terlalu lama di gudang bersuhu tinggi atau di dalam kendaraan pengangkut tanpa perlindungan dari panas matahari secara teoritis berpotensi mengalami peningkatan migrasi BPA dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang. Sebabnya, pengendalian suhu selama proses penyimpanan dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga mutu air minum.

Peneliti Unair mengimbau masyarakat tak panik soal isu BPA, menyusul temuan seluruh sampel air minum galon PC yang diuji memiliki kadar zat kimia sangat rendah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|