jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) mendorong optimalisasi pengelolaan zakat sebagai upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi antarlembaga pengelola zakat, peningkatan literasi zakat di masyarakat, digitalisasi layanan zakat, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) amil zakat.
Hal tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk “Kiprah Baznas dan LAZ: Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Mal Atrium Senen, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Baznas Sodik Mudjahid, Pimpinan Baznas Rizaludin Kurniawan, Ketua Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, serta Head of Customer Relations & Networking Rumah Zakat Tantan Supriatna.
Dalam arahannya, Sodik Mudjahid mengatakan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah menjadi kunci utama dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat.
Menurutnya, kesadaran tersebut perlu didorong melalui berbagai upaya proaktif, termasuk menghadirkan layanan zakat di ruang-ruang publik.
“Kami tidak menunggu, tetapi datang langsung ke pusat-pusat keramaian. Mudah-mudahan dengan cara ini kesadaran meningkat, jumlah yang terkumpul meningkat, sehingga yang terdistribusi kepada umat dan para asnaf juga makin meningkat,” ujar Sodik.
Sementara itu, Rizaludin Kurniawan menekankan pentingnya penguatan tata kelola zakat melalui penggunaan satu data nasional bagi mustahik serta pendampingan berkelanjutan dalam program pemberdayaan.

5 hours ago
4





















































