Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, PKS: Polisi Hadir Melindungi Warga, Bukan Melukai

23 hours ago 3

 Polisi Hadir Melindungi Warga, Bukan Melukai

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid meminta pengusutan tuntas dari kasus tewasnya pria berjaket ojol yang ditabrak dan dilindas rantis Brimob. ilustrasi. Aristo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menyebut kasus tewasnya pria berjaket ojol yang ditabrak dan dilindas rantis Brimob, tidak bisa berhenti dengan permintaan maaf Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Kehilangan nyawa seorang warga negara bukanlah perkara sepele," kata Kholid melalui keterangan persnya, Jumat (29/8).

Legislator DPR RI itu mengatakan aparat harus menegakkan hukum secara adil menyikapi kasus tewasnya pria berjaket ojol.

"Hukum harus menunjukkan keberpihakan dengan menegakkan keadilan seadil-adilnya. Tidak boleh ada impunitas bagi siapapun yang lalai atau bersalah,” ujar Kholid.

Selain itu, PKS mendesak agar ke depan aparat penegak hukum selalu mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis dalam mengawal unjuk rasa.

Sebab, kata dia, menjaga keselamatan masyarakat menjadi mandat konstitusional dan panggilang moral sebagai manusia.

“Polisi harus hadir melindungi warga negara, bukan melukai apalagi sampai menghilangkan nyawa warga,” ujar Kholid.

Sebelumnya, beredar di jejaring WhatsApp pada Kamis (28/8) sebuah video berdurasi satu menit 30 detik yang merekam rantis Brimob menabrak seorang pria dengan jaket hijau.

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid meminta pengusutan tuntas dari kasus tewasnya pria berjaket ojol yang ditabrak dan dilindas rantis Brimob.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|