Momen Karbon Asia, dari Kesepakatan Menuju Aksi Nyata

3 hours ago 2

Momen Karbon Asia, dari Kesepakatan Menuju Aksi Nyata

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

The GrowHub Limited, perusahaan teknologi asal Singapura yang menyediakan perangkat lunak untuk transparansi rantai pasok dan manajemen emisi karbon, mengembangkan solusi manajemen emisi karbon dengan akal imitasi (AI). Foto: Source

jpnn.com, JAKARTA - The GrowHub Limited, perusahaan teknologi asal Singapura yang menyediakan perangkat lunak untuk transparansi rantai pasok dan manajemen emisi karbon, mengembangkan solusi manajemen emisi karbon dengan akal imitasi (AI).

The GrowHub memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain untuk memantau dan membuat model kinerja proyek penurunan emisi karbon.

Menurut CEO & Chairman The GrowHub Limited Lester Chan, selama bertahun-tahun, pembahasan mengenai pasar karbon di Asia lebih banyak berfokus pada potensi, kerangka kerja yang perlu dibangun dan kesepakatan yang perlu ditandatangani. Kini, fase tersebut mulai berakhir. Pada 2026, telah memasuki era implementasi nyata.

“Asia kini berkontribusi terhadap lebih dari setengah emisi global. Kawasan ini juga memiliki beberapa penyerap karbon (carbon sink) alami terpenting di dunia, seperti ekosistem mangrove, hutan tropis, dan kawasan pegunungan. Yang menjadi pertanyaan, bukan lagi apakah Asia akan membentuk pasar karbon global, namun seberapa cepat dan kredibel kawasan ini mampu menghasilkan dampak nyata dan dapat diverifikasi,” ujar Lester Chan.

Sejalan dengan tren global, Indonesia juga mengembangkan perdagangan karbon melalui pembentukan bursa karbon, yang dikenal dengan nama IDX Carbon.

Regulasi ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon.

Di berbagai negara Asia Tenggara, mekanisme penetapan harga karbon mulai terbentuk.

“Thailand telah meloloskan Rancangan Undang-Undang Perubahan Iklim dan menyelesaikan transfer ITMO pertama dengan Jepang. Vietnam telah memasuki tahap uji coba sistem perdagangan emisi (ETS). Malaysia tengah mempersiapkan penerapan pajak karbon, sedangkan Indonesia mengembangkan kredit karbon berbasiskan alam untuk melengkapi kerangka regulasi,” tambah Lester Chan.

The GrowHub memanfaatkan AI dan teknologi blockchain untuk memantau dan membuat model kinerja proyek penurunan emisi karbon.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|