Minta Usut Tuntas Kematian Polisi di Asrama Brimob, Sahroni: Harus Tegas dan Transparan

16 hours ago 7

 Harus Tegas dan Transparan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am.

jpnn.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kematian polisi bernama Desky Prima Idolakusuma (DPI) di Asrama Brimob, Jalan KS Tubun, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (31/7/2026) malam diusut tuntas.

Dari informasi yang beredar, korban diduga dianiaya hingga tewas oleh oknum tentara.

Panit Reskrim Polsek Palmerah Iptu Simbolon pada Selasa (4/8), menyebut kasus itu kini ditangani Polres Jakarta Barat.

Sementara, Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan TNI menghormati segala proses hukum yang saat ini tengah berjalan terhadap kasus tersebut.

Terkait kasus itu, Sahroni mendorong agar pimpinan kedua institusi melakukan koordinasi intens guna menyelesaikan kejadian ini secara tegas dan transparan.

"Saya mendorong pimpinan TNI dan Polri, baik di tingkat wilayah maupun pusat, untuk berkoordinasi dan mengawal langsung penanganan kasus ini," kata Sahroni.

Dia mengingatkan agar pengusutan kematian anggota Polri dari satuan Brimob itu dilakukan secara transparan.

"Jika benar terjadi tindak pidana, maka siapa pun pelakunya harus diproses secara tegas dan transparan. Jangan ada pihak yang berusaha melindungi," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kematian polisi bernama Desky Prima Idolakusuma (DPI) di Asrama Brimob, Jalan KS Tubun, diusut tuntas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|