jpnn.com, JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengecam aksi penyerangan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Menurut dia, aksi penyerangan dengan air keras itu sebagai bentuk premanisme.
“Saya sudah kecam tidak boleh. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini,” ucap Pigai di Istana Negara, pada Jumat (13/3).
Pigai menuturkan bahwa Indonesia adalah negara damai, aman, dan tidak boleh ada yang melakukan kekerasan.
“Kalau ada perbedaan pendapat diselesaikan dengan baik. Demokrasi kita tumbuh berkembang,” kata dia.
Dia mengaku bahwa keberadaan aktivis berfungsi sebagai kontrol dan penyeimbang terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Oleh karena itu, saya mewakili pemerintah, saya prihatin dengan peristiwa ini dan tidak boleh terjadi lagi ya,” tuturnya.
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3).

5 hours ago
3





















































