jpnn.com, SEMARANG - Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyinggung masa kejayaan ekonomi Indonesia pada era Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang pernah tumbuh hingga 8 persen.
Dia optimistis capaian serupa dapat diwujudkan di era Presiden Prabowo Subianto dengan mengandalkan pemberdayaan masyarakat melalui koperasi.
“Sejak reformasi, pertumbuhan ekonomi tidak pernah lebih dari lima persen. Padahal dulu pernah tumbuh 7,5 sampai 8 persen. Bedanya, saat itu ada pemberdayaan rakyat lewat koperasi dan pertanian. Negara juga kuat,” kata Zulhas saat meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawang, Kota Semarang, Kamis (28/8).
Dia menyebut Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih merupakan kebijakan langsung Presiden Prabowo.
Program ini lahir dari rapat kabinet terbatas, bukan inisiatif kementerian semata.
Tujuannya adalah membalik arah ekonomi yang selama ini dikuasai segelintir perusahaan besar agar kembali ke rakyat.
“Kalau usaha hanya dikuasai 50 perusahaan besar, pertumbuhan tidak akan pernah lebih dari 5 persen. Karena itu koperasi harus menjadi wadah lahirnya wirausaha desa dan kelurahan,” ujarnya.
Menurut Zulhas, koperasi akan diperkuat lewat dukungan pembiayaan besar. Dana dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon pinjaman khusus koperasi sekitar Rp 240 triliun disiapkan untuk memperluas akses modal.