jpnn.com - JAKARTA - Salah satu tersangka kasus ijazah Jokowi, Rismon Sianipar menyampaikan klarifikasi mengejutkan terkait hasil penelitiannya selama ini.
Dalam sebuah video pernyataan terbaru, Rismon secara terbuka mengakui adanya kekeliruan dalam analisis yang ia tuangkan dalam buku tersebut.
Dia menyebutkan ada data yang tidak lengkap saat pengujian awal dilakukan.
"Sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah, saya secara terbuka menyatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap," ujar Rismon dalam pernyataannya.
Rismon menjelaskan bahwa kesalahan analisis sebelumnya disebabkan oleh faktor teknis seperti rotasi, translasi, hingga resolusi data yang diuji.
Hal ini membuatnya menarik kembali pernyataan-pernyataan sebelumnya yang menyudutkan Presiden ke-7 RI tersebut.
Secara mengejutkan, Rismon juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Joko Widodo.
Dia merasa temuan lamanya telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

2 hours ago
2




















































