Menapaki Tantangan Indonesia Emas

4 hours ago 4

Menapaki Tantangan Indonesia Emas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta Laurens Ikinia. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Lebih dari setahun telah berlalu sejak Prabowo Subianto resmi menduduki posisi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Republik Indonesia.

Di mata dunia, pria yang dikenal dengan gaya bicara tegas dan latar belakang militernya ini telah menempatkan Indonesia di panggung global dengan cara yang tidak biasa.

Dari tawaran untuk mengirimkan ribuan pasukan dalam misi perdamaian hingga keinginan untuk menjadi penengah dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Prabowo membawa gaya diplomasi yang agresif dan tidak konvensional.

Ketangguhan Presiden Prabowo diakui oleh Presiden AS Donald Trump. Presiden Trump tidak mau bertengkar dengan Presiden Prabowo.

Hal ini diungkapkan Trump setelah melihat kegigihan dan keberanian Presiden Prabowo dalam mengambil posisi di tengah pusaran geopolitik dunia.

Namun, di balik gemerlapnya panggung internasional, perubahan besar justru sedang berlangsung di dalam negeri. Dengan populasi lebih dari 288 juta jiwa yang tersebar di ribuan pulau, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo tengah menjalani eksperimen besar-besaran.

Ia berjanji untuk memberantas kemiskinan dan membawa bangsa ini menuju kemandirian yang berpuncak pada cita-cita "Indonesia Emas". Visinya ambisius, tetapi caranya dalam mewujudkan visi tersebut memicu perdebatan sengit: apakah ini merupakan langkah revolusioner menuju kemakmuran, atau justru sebuah kemunduran terselubung menuju masa lalu yang kelam?

Suara Keras dari Asia Tenggara

Lebih dari setahun telah berlalu sejak Prabowo Subianto resmi menduduki posisi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Republik Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|