Laga Persipura Vs Adhyaksa Berujung Ricuh dan Anarkistis, Pengamat: Suporter Masih Belum Dewasa

9 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - Laga play-off promosi Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC berujung ricuh. Suporter Persipura kecewa karena timnya kalah, melakukan aksi anarkistis setelah pertandingan.

Seperti diketahui, Persipura Jayapura gagal naik naik kasta ke BRI Super League 2026/2027, setelah kalah tipis 0-1 dari Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026) malam WIT.

Gol kemenangan tim tamu ditentukan oleh Adilson Silva pada injury time babak pertama, yang kemudian menjadi biang kegagalan anak asuh Rahmad Darmawan. Persipura yang bermain di hadapan puluhan ribut suporternya, punya ambisi mengalahkan Adhyakasa.

Namun hingga 90 menit waktu permainan, Yustinus Pae dan kawan-kawan gagal membalas gol tim tamu. Dengan hasil ini, Persipura masih berjuang lagi di kasta kedua musim depan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Rusak Fasilitas Stadion

Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC menjadi pemicu kemarahan sebagian besar pendukung Persipura. Situasi ini tidak diterima pendukung Mutiara Hitam. Dari video yang beredar di media sosial, suporter Persipura turun ke lapangan.

Mereka melampiaskan kekecewaan dengan merusak fasilitas stadion. Pendukung juga dilaporkan membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di kawasan stadion, salah satunya dikabarkan ambulans milik kepolisian.

Pemain, wasit asal Uzbekistan Asker Nadjafaliev yang memimpin partai, serta tamu VIP dilaporkan masih bertahan di dalam stadion dan belum bisa meninggalkan venue karena suporter menunggu di luar.

Belum Dewasa

Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo menilai insiden yang terjadi di Stadion Lukas Enembe kemarin malam betul-betul disayangkan. Ia sedih melihat wajah persepak bolaan Indonesia yang pelan-pelan dibangun dengan baik, masih saja ada kejadian semacam itu.

Menurutnya, beberapa pembenahan yang dilakukan federasi dalam hal ini PSSI, dengan penggunaan wasit asing hingga teknologi VAR, masih belum cukup membuat pihak-pihak tertentu bisa menerima kekalahan.

"Sangat disayangkan sekali atas kericuhan penonton di Jayapura karena kecewa timnya gagal lolos ke kasta tertinggi. Memang sesuatu yang menyakitkan, ibarat tinggal melangkah promosi dengan satu pertandingan dan itu pun di kandang sendiri," katanya kepada Bola.com, Sabtu (9/5/2026).

"Sebenarnya PSSI sudah menyiasati dengan menggunakan wasit asing. Paling tidak ada kepercayaan untuk membuat pertandingan menjadi adil. Seharusnya kita semua bisa bersikap dewasa dan sportif," lanjut Aris Budi Sulistyo.

Coba Lagi Musim Depan

Persipura harus menunggu setidaknya setahun lagi kembali ke level utama sejak terdegradasi pada 2021/2022. Terhitung mereka bakal menjalani kampanye kelima di kasta kedua.

"Saya melihat sebenarnya tidak ada kejanggalan wasit dalam memimpin pertandingan, kemudian ada VAR juga. Sekali lagi saya menyayangkan sikap suporter yang sampai membakar kendaraan, merusak fasilitas, karena Stadion Lukas Enembe ini dibangun untuk perkembangan olahraga di Papua," jelas mantan pemain Arseto Solo, Arema Malang, dan Persik Kediri.

"Saya berharap semua suporter Persipura bisa menahan diri, sabar, dan dicoba lagi musim depan. Ada waktu untuk berbenah dan mempersiapkan diri lebih baik lagi," tandas Aris Budi Sulistyo.

Read Entire Article
Koran JPP|