Kemenkomdigi Bicara Soal Kunci Komunikasi Publik

4 hours ago 2

Kemenkomdigi Bicara Soal Kunci Komunikasi Publik

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Aksi Bakohumas Masterclass Pengelolaan Konten: Seni Mengemas Pesan Publik menjadi Konten Kreatif yang digelar di Bandung. Foto dok Komdigi

jpnn.com, BANDUNG - Perwakilan Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Angki Kusumadewi mengatakan transformasi digital telah mengubah secara fundamental cara masyarakat mengonsumsi informasi.

Serta menuntut humas pemerintah untuk tidak lagi sekadar menyampaikan pesan, tetapi mampu mengemasnya secara kreatif, sederhana, dan relevan.

Hal disampaikan dalam kegiatan Aksi Bakohumas Masterclass Pengelolaan Konten: Seni Mengemas Pesan Publik menjadi Konten Kreatif yang digelar di Bandung pada 27 April 2026.

Dalam sambutannya, Angki menegaskan kegiatan bimbingan teknis ini merupakan bagian dari kontribusi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dalam meningkatkan kapasitas humas pemerintah di seluruh Indonesia, baik di kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk mengakomodasi kebutuhan peningkatan kapasitas humas di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Humas masa kini dituntut mampu mengolah data menjadi pesan publik yang lebih kreatif, sederhana, relevan, dan mudah dipahami,” ujarnya.

Dia menekankan perubahan perilaku audiens, khususnya di era digital, menuntut pendekatan komunikasi yang berbeda.

Masyarakat kini cenderung mengonsumsi informasi secara cepat, melakukan scanning, serta lebih menyukai konten audiovisual dibandingkan teks panjang.

Dalam konteks ini, humas tidak cukup hanya mengandalkan validitas data, tetapi juga harus mampu memastikan pesan tersebut menarik perhatian dan membangun keterlibatan publik.

Masyarakat kini cenderung mengonsumsi informasi secara cepat, melakukan scanning, serta lebih menyukai konten audiovisual dibandingkan teks panjang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|