Isu Kudeta Versi Hashim, Efriza: Singgung Persaingan Hambalang vs Geng Solo?

8 hours ago 2

 Singgung Persaingan Hambalang vs Geng Solo?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti senior Citra Institute, Efriza. Foto: dok sumber

jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Hashim Djojohadikusumo soal adanya indikasi kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto terus memicu bola liar.

Mengingat status Hashim sebagai Utusan Khusus Presiden sekaligus adik kandung Prabowo, pernyataan ini dinilai memiliki bobot politik yang sangat besar.

Peneliti Senior Citra Institute, Efriza, menyebutkan bahwa pernyataan tersebut tidak bisa dianggap angin lalu. Karena, bersumber dari lingkaran terdalam kekuasaan, publik menangkapnya sebagai informasi yang sangat serius.

"Secara hukum, setiap upaya menggulingkan pemerintahan yang sah itu tindak pidana terhadap keamanan negara. Jika benar ada rencana kudeta, aparat penegak hukum harus segera bertindak melakukan penyelidikan," kata Efriza kepada JPNN.com, Jumat (10/4).

Namun, Efriza memberikan catatan tebal. Ia menegaskan bahwa klaim sensitif seperti kudeta wajib dibarengi dengan bukti yang kuat. Tanpa bukti, narasi tersebut hanya akan menjadi kegaduhan politik yang tidak perlu.

Efriza menduga, isu kudeta ini sebenarnya hanyalah cerminan dari dinamika internal yang belum stabil. Ia mencium adanya persaingan pengaruh di dalam lingkaran kekuasaan.

"Ada kemungkinan ini persaingan politik antara kekuatan 'Hambalang' dan 'Geng Solo'. Tidak bisa dimungkiri, internal pemerintah saat ini mungkin belum sepenuhnya solid," ungkapnya.

Selain persaingan internal, Efriza juga melihat adanya pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kebijakan tegas Presiden Prabowo. Terutama kebijakan yang sangat pro-rakyat namun memangkas "sumber pendapatan" kelompok tertentu.

Pernyataan Hashim Djojohadikusumo soal adanya indikasi kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto terus memicu bola liar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|