jpnn.com, JAKARTA - TATI Mulyani dan Sri Wahyuni tak henti-hentinya menyeka air mata mereka ketika acara buka puasa bersama di Kantor Pusat PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada Rabu pekan lalu (11/3/2026).
Kedua perempuan paruh baya itu sesenggukan saat menceritakan kisah hidup mereka yang sarat beban, menjadi tulang punggung keluarga, hingga akhirnya mentas, dan menjadi inspirasi.
Tati adalah janda asal Sumedang, Jawa Barat. “Betapa beratnya janda membiayai tiga anak,” ucapnya.
Memang tidak mudah bagi Tati sebagai penyangga perekonomian keluarga ketika harus mengawali usaha di usia yang tak lagi muda.
Dia berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dengan merintis usaha kecil-kecilan menggunakan meja kecil di depan rumahnya.
Tati berjualan sembako dan makanan ringan yang menjadi kebutuhan harian para tetangganya. Ikhtiarnya menunjukkan jalan terang pada 2017.
“Saat itu ketemu Mekaar,” tuturnya.
Mekaar adalah akronim dari Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera sebagai program andalan PT PNM. Program pinjaman tanpa agunan itu menyasar kalangan perempuan prasejahtera yang menjadi pelaku usaha mikro.

4 hours ago
6




















































