jpnn.com - SEMARANG - Membenahi rumah tidak layak huni (RTLH) bukan sekadar mengganti atap, memperbaiki lantai, atau memperkuat dinding.
Di Jawa Tengah, rumah tidak layak kerap menjadi bagian dari persoalan lebih besar, mulai penghasilan keluarga yang terbatas hingga pekerjaan yang tak menentu.
Oleh karena itu, ketika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maka yang disentuh bukan semata bangunannya.
Memasuki usia ke-81, Jawa Tengah terus memperkuat pendekatan tersebut. Intervensi terhadap rumah bersamaan dengan upaya memperkuat keluarga yang menempatinya.
Rumah dibuat lebih sehat dan aman, sementara persoalan pendidikan, pekerjaan hingga peluang meningkatkan penghasilan ikut dilihat.
“Kami bantu tidak hanya rumahnya. Kalau anaknya ada yang putus sekolah, kami sekolahkan. Kalau butuh pekerjaan, bantuan sosialnya juga kami dorong,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyalurkan bantuan perbaikan RTLH di Desa Gondang, Sragen, pada 4 Maret 2026 lalu.
Komitmen tersebut berjalan seiring dengan besarnya penanganan backlog perumahan di Jawa Tengah.
Sepanjang 2025, sebanyak 274.514 unit berhasil ditangani. Capaian itu menurunkan backlog dari 1.332.968 unit pada awal 2025 menjadi 1.058.454 unit pada awal 2026.

6 hours ago
1




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5178598/original/058171600_1743354239-Lucas_Frigeri_perpanjang_kontrak_bersama_Arema_1_.jpg)








:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296325/original/012442900_1753573688-Launching_Persijap_Jepara-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562206/original/086517200_1776814820-1000840473.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975812/original/006754600_1729569212-10.jpg)




