Harga Minyak Dunia Naik, Pertamax Tetap Aman, Pakar Bilang Begini

3 hours ago 3

Harga Minyak Dunia Naik, Pertamax Tetap Aman, Pakar Bilang Begini

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ekonom hingga pakar energi memperkirakan harga keekonomian Pertamax saat ini berada di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.800 per liter. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Bonar Tua Halomoan Marbun menilai besarnya beban menjaga harga BBM tidak dapat dilepaskan dari kondisi industri minyak nasional. 

Pasalnya, produksi minyak domestik saat ini masih jauh di bawah kebutuhan nasional.

“Produksi kita hanya sekitar 580 ribu barel per hari, sedangkan kebutuhan dari Sabang sampai Merauke adalah 1,6 juta barel. Jadi, bisa dibayangkan defisitnya sekitar 1 juta barel per hari,” kata Bonar.

Menurut Bonar, kesenjangan antara produksi dan kebutuhan membuat Indonesia harus memenuhi sebagian besar kebutuhan minyak melalui impor. 

Kondisi tersebut menyebabkan pemerintah dan Pertamina menghadapi tekanan ganda, yakni tingginya biaya pengadaan sekaligus kebutuhan menjaga harga BBM tetap terjangkau bagi masyarakat.

Dia menyebut tekanan itu semakin besar ketika harga minyak dunia meningkat dan kondisi geopolitik global mengganggu kepastian pasokan. 

Pengadaan minyak tidak hanya bergantung pada kemampuan membeli, tetapi juga pada ketersediaan pasokan, waktu pengiriman, kondisi geopolitik, dan berbagai faktor lainnya.

“Dari sisi kondisi saat ini, secara akademis maupun berdasarkan best practice, kebijakan pemerintah tersebut bisa dipahami. Memang merupakan langkah yang relatif pahit, tetapi bisa diterima sebagai kebijakan untuk mengamankan pasokan,” ujar Bonar.

Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Bonar Tua Halomoan Marbun menilai besarnya beban menjaga harga BB

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|