jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan hampir seluruh dunia mengalami krisis energi, tetapi Indonesia masih berada dalam kondisi yang aman.
Hal ini menurut Bahlil karena pemerintah mampu mengelola bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, di tengah konflik di Timur Tengah.
“Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kami bersyukur kepada Allah, hari ini BBM di negara tercinta ini, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah, Kamis (27/3).
Bahlil menjelaskan cadangan minyak Indonesia masih memenuhi standar minimal nasional yang berkisar di angka 21–28 hari.
Dia menekankan cadangan tersebut bukan berarti bahan bakar Indonesia akan habis dalam waktu 28 hari.
Cadangan itu akan terus terisi kembali setelah minyaknya terdistribusi, sebab pemerintah mengoptimalkan fasilitas pengolahan minyak berupa kilang-kilang yang ada di Indonesia.
Bahlil juga menyampaikan pasokan minyak mentah yang nantinya akan diolah dalam kilang-kilang tersebut, dan telah dipastikan dalam kondisi yang aman, sebab pemerintah sudah mencari alternatif impornya.
“Kami tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kami itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya Insyaallah sudah mulai membaik,” ujar Bahlil.(antara/jpnn)

9 hours ago
1





















































