jpnn.com, JAKARTA - Jasa Raharja mencatat adanya penurunan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
Berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat 2026, penurunan tersebut dinilai tidak terlepas dari efektivitas penerapan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one-way dan pengaturan distribusi kendaraan di sejumlah titik strategis.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa telah terjadi penurunan jumlah kecelakaan dan
angka fatalitas selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Berdasarkan hasil pengecekan peristiwa kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat, terjadi penurunan fatalitas korban kecelakaan hingga 30,4 persen. Selain itu, jumlah peristiwa kecelakaan juga mengalami penurunan sebesar 5,3 persen,” ujar Agus.
Penerapan manajemen lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, serta pengaturan distribusi kendaraan di jalur tol dan non-tol menjadi strategi utama dalam mengurai kepadatan kendaraan, sehingga perjalanan baik mudik maupun balik menjadi lebih aman dan nyaman.
Langkah ini juga didukung oleh kehadiran petugas di lapangan, termasuk petugas Jasa Raharja, yang turut aktif dalam pemantauan dan penanganan kecelakaan lalu lintas.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menambahkan bahwa meskipun terjadi penurunan angka kecelakaan, perhatian tetap perlu diberikan pada dominasi kendaraan roda dua serta kecelakaan di jalan non-tol.
“Kami mencermati bahwa peristiwa kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua yang terjadi di jalur non-tol. Oleh karena itu, pengaturan distribusi lalu lintas dan kendaraan menjadi sangat penting agar arus balik dapat lebih terkendali dan risiko kecelakaan dapat ditekan,” ujar Awaluddin.

4 hours ago
2





















































