jpnn.com, JAKARTA - Peneliti kebijakan publik dan good governance, Gian Kasogi menilai menguatnya wacana keamanan nasional dalam ruang publik belakangan ini perlu dibaca secara kritis.
Dia mengingatkan agar isu keamanan tidak berubah menjadi alat politik kekuasaan.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir perhatian publik justru lebih banyak tersita oleh persoalan domestik seperti regulasi perlindungan anak di ruang digital, wacana kenaikan harga BBM bersubsidi, lonjakan harga emas, hingga persiapan arus mudik Lebaran.
Namun, kata dia, secara tiba-tiba, diskursus ancaman keamanan nasional muncul dan mendominasi percakapan publik.
Gian juga menyoroti posisi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang belakangan disebut-sebut sebagai “menteri banyak urusan” di era Presiden Prabowo Subianto.
Dia menilai ruang gerak Kementerian Pertahanan terlihat semakin meluas hingga menyentuh berbagai agenda di luar sektor pertahanan.
“Jika kementerian pertahanan mulai terlalu jauh masuk ke wilayah ekonomi, bisnis, bahkan manuver politik, maka ada risiko terjadinya perluasan kekuasaan yang tidak sehat dalam tata kelola pemerintahan,” kata Gian.
Menurut Gian, narasi keamanan memang sering menjadi instrumen yang efektif dalam praktik politik modern.

1 hour ago
1




















































