Gaya Komunikasi 'Populis' Presiden Prabowo Menuai Ketidakpuasan Publik

5 hours ago 2

Gaya Komunikasi 'Populis' Presiden Prabowo Menuai Ketidakpuasan Publik

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Gaya Komunikasi 'Populis' Presiden Prabowo Menuai Ketidakpuasan Publik

Saat berdiri di podium dalam acara peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta pada 23 Juli, Presiden Prabowo Subianto berhenti sejenak untuk mengomentari naskah pidatonya.

"Jadi ini pidato yang sudah disiapkan, mau dibacakan?" tanya Prabowo sambil mengangkat lembaran naskah pidatonya.

"Jangankan kalian, saya pun bisa tidur di podium," ujarnya.

Prabowo kemudian bergurau jika para penasihatnya sering mengingatkan agar ia tidak keluar dari naskah dan menghindari penggunaan "kata-kata yang keliru" saat menyampaikan pidato.

"Hari ini saya sopan," ujarnya meyakinkan para hadirin.

Tak lama kemudian, Prabowo menuduh sebagian warga Indonesia sebagai "londo ireng."

"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita," katanya. 

Menurutnya mereka yang termasuk 'londo ireng' adalah "wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM."

Komentar-komentar Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali dilontarkan saat berpidato memicu perdebatan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|