Dua Kaki Prabowo di Atas Es yang Menipis

5 hours ago 1

Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta

Dua Kaki Prabowo di Atas Es yang Menipis

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta Laurens Ikinia. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Timur Tengah tak pernah menjadi kawasan yang tenang. Ia adalah palimpsest sejarah, di mana tinta perjanjian bercampur darah peperangan, dan narasi "Islam versus Barat" terus ditulis ulang dari generasi ke generasi.

Dari Perang Salib yang membekukan dendam selama berabad-abad, hingga deklarasi Balfour yang menjanjikan tanah yang bukan milik pemberi janji; dari keruntuhan Khilafah Utsmaniyah yang meninggalkan kekosongan kekuasaan, hingga kelahiran Israel yang menjadi duri abadi di jantung dunia Arab.

Di tengah pusaran konflik yang tak pernah benar-benar reda itu, Indonesia berdiri di posisi yang paradoksal. Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia ini berideologi Pancasila, bukan teokrasi.

Politik luar negerinya bebas aktif, namun relasi historisnya dengan Palestina adalah ikatan emosional yang mengkristal menjadi amanat konstitusi. Kini, di tahun 2026, posisi Indonesia sedang diuji. Ujian itu bernama realitas.

Babak Baru Realpolitik

Untuk memahami pilihan-pilihan sulit yang kini dihadapi Jakarta, kita harus jujur membaca peta geopolitik yang sedang digambar ulang di Washington.

Pada November 2025, pemerintahan Donald Trump merilis National Security Strategy (NSS) edisi terbaru. Jika dokumen serupa di era Obama atau Biden masih membungkus kepentingan nasional dengan retorika "tatanan internasional berbasis aturan", NSS 2025 ini berbeda. Ia blak-blakan.

Ia seperti seorang negarawan tua yang lelah bermain kata dan memilih berbicara dalam bahasa kepentingan telanjang.

Di tengah pusaran konflik yang tak pernah benar-benar reda itu, Indonesia berdiri di posisi yang paradoksal.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|