jpnn.com - Yang terakhir bertemu drh. Yuda ialah istri saya: bulan lalu.
Sebelum dia berangkat, saya berpesan kepada istri: jangan bertanya apa pun soal kesehatan. Kasihan beliau. Bisa dianggap melanggar hukum: dokter hewan kok mendiagnosis manusia.
Dokter hewan Yuda sendiri tidak pernah mau menjawab pertanyaan orang yang datang, apalagi kalau yang datang ke rumahnya itu mengeluhkan sakitnya. Agar diobati.
Yuda pasti tidak mau melayani. Ia tahu itu melanggar hukum.
Pesan saya yang lain: jangan kaget kalau bertemu sosok Yuda. Jangan lihat penampilan fisiknya, apalagi caranya berpakaian.
Orangnya nyentrik. Berpakaian asal-asalan. Seperti seorang petani yang baru pulang dari tegalan.
Jangan kaget pula kalau orangnya hanya pakai sandal. Begitulah pengalaman saya bertemu dengannya. Di rumahnya. Di Magelang. Tiga tahun lalu.
Rumah itu masih terbilang di dalam kota. Bukan rumah yang mentereng. Terkesan rumah biasa yang kurang terawat.
Dari Magelang istri saya mengirim WA: "Sudah berubah. Pak Yuda cukup rapi. Pakai sepatu," kata istri saya. "Beliau baru tiba dari kampus UGM. Selesai mengajar langsung ke Magelang," ceritanyi.