jpnn.com - YOGYAKARTA - Aliansi Santri Nahdliyyin Yogyakarta berunjuk rasa menyuarakan pelengseran Kiai Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari kursi Ketua Umum PBNU, di pertigaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), Jumat sore.
Belasan santri menyampaikan kekecewaanya terhadap sikap PBNU yang tidak memiliki empati terhadap penderitaan warga negara Palestina yang dijajah dan ditindas zionis Israel.
Dari poster yang mereka bentangkan dalam aksi, terlihat mereka menolak agen zionis.
Thoha, salah satu peserta aksi yang turut berorasi, mempertanyakan sebab yang merasuki Gus Yahya sehingga begitu mudah dipengaruhi dan diperalat para zionis Israel.
“Mungkin hati nuraninya sudah mati. Tidak lagi bercahaya untuk bisa melihat kebenaran yang terjadi di Palestina,” kata Thoha.
"Virus apa yang membuat ulama sekelas Ketua Umum PBNU menjadi lemah dan mudah dipermainkan, diperalat oleh kepentingan zionis Israel. Kenapa memberi panggung buat tokoh pro Israel," tuturnya.
Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 14.15 WIB itu dilatari oleh keresahan santri-santri NU Yogyakarta atas kebijakan Gus Yahya yang memberi panggung kepada tokoh akademis dan praktisi global pro-zionis Israel Peter Berkowitz.
Aksi massa aliansi santri nahdiyin Yogyakarta juga berlanjut ke arah kantor PWNU DIY Yogyakarta, menyampaikan pernyataan sikapnya.