jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menekankan pentingnya penguatan aspek governance atau tata kelola yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ESG.
Hal itu disampaikan Pimpinan MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu saat didaulat menjadi pembicara pembicara dalam agenda Environmental, Social and Governance (ESG) Forum di Jakarta, Selasa (3/2).
Hadir bersama Eddy Soeparno antara lain Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofiq.
“Dengan tidak mengkerdilkan fungsi 'E' dan 'S' (lingkungan hidup dan sosial) dari ESG, kini saatnya kita fokus pada tata kelola dan penerapannya, khususnya dalam bentuk penegakan hukum," kata Eddy Soeparno dalam keterangannya, Rabu (4/2).
Dia menegaskan pengelolaan lingkungan dan dukungan sosial hanya bisa efektif jika ketaatan pada aturan hukum dan pemberian sanksi atas pelanggaran diterapkan secara konsisten.
Dia mengungkapkan akibat krisis iklim yang dihadapi saat ini, potensi bencana akibat degradasi ekosistem sangat tinggi.
Curah hujan dan banjir akan semakin meningkat, kekeringan dan kebakaran hutan dapat meluas jika proses penataan lingkungan tidak diikuti oleh pengawasan dan penegakan hukum.
"Sudah saatnya kita memberikan sanksi tegas dan berat terhadap kejahatan ekologi,” tegasnya.

2 hours ago
1





















































