jpnn.com, JAKARTA - Cuplikan perdana film Avatar: Fire and Ash akhirnya ditayangkan secara eksklusif dalam ajang CinemaCon 2025 di Las Vegas, Kamis (3/4).
Film ketiga garapan James Cameron ini melanjutkan kisah epik keluarga Jake Sully di dunia Pandora, dan memperkenalkan dua klan Na'vi baru.
Cerita dimulai setelah kematian putra sulung Jake, Neteyam. Keluarga Sully mencari perlindungan ke wilayah baru yang dihuni oleh klan Metkayina, suku Na’vi yang hidup di perairan.
Namun, kedamaian tidak berlangsung lama. Ancaman dari Resources Development Administration (RDA) kembali muncul, kini ditambah dengan musuh baru dari kalangan Na’vi sendiri, Ash People.
Ash People adalah kelompok Na’vi yang memisahkan diri dari kepercayaan terhadap Eywa, dewa alam Pandora. Mereka digambarkan sebagai sosok agresif dan berapi-api.
Sementara itu, Wind Traders adalah klan damai dan nomaden yang hidup di langit, menggunakan balon udara panas sebagai transportasi.
Dalam trailer, terlihat pertempuran besar di langit antara klan Na’vi yang berbeda. Seorang Na’vi tertembak panah api, memperlihatkan betapa sengitnya konflik yang terjadi.
Film ini membawa penonton menjelajahi beragam lanskap Pandora, dari laut dan hutan hingga langit dan pegunungan.