jpnn.com - PALEMBANG - Akselerasi ekspor komoditas unggulan Sumatera Selatan terus menunjukkan tren positif. Melalui inisiatif program Implementasi Sultan Muda Xpora 2026, Pemerintah Provinsi Sumsel resmi melepas pengiriman kelapa dan lada hitam senilai Rp 1,6 miliar.
Proses pelepasan eskpor ini dipusatkan di Pelabuhan Boom Baru Palembang dengan menyasar tiga negara tujuan, yakni Tiongkok, Taiwan, dan Prancis.
Produk yang diekspor meliputi coconut shell charcoal (arang batok kelapa) sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton ke Tiongkok.
Selain itu, lada hitam sebanyak 500 kilogram serta produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton dikirim ke Taiwan.
Sementara itu, produk turunan kelapa berupa desiccated coconut sebanyak 3 ton dan coconut sugar sebanyak 5.000 unit, serta produk non-kelapa seperti cinnamon powder sebanyak 200 kilogram dan turmeric powder sebanyak 5 ton, dikirim ke Prancis.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi komoditas daerah sekaligus memperluas akses pasar global.
"Program ekspor ini merupakan bagian dari strategi memperkuat hilirisasi komoditas kelapa di Sumatera Selatan, yang selama ini masih didominasi ekspor bahan mentah," kata Herman Deru, Rabu (29/4).
Dia menjelaskan bahwa produk turunan seperti briket arang batok kelapa memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global. Menurut dia, pengolahan limbah kelapa menjadi produk bernilai tambah, menunjukkan potensi besar bagi pelaku usaha muda di daerah.

1 day ago
2




















































