Sita 101.520 Batang Rokok Ilegal Sepanjang Maret-April, Bea Cukai Banda Aceh Tegaskan Ini

19 hours ago 3

Sita 101.520 Batang Rokok Ilegal Sepanjang Maret-April, Bea Cukai Banda Aceh Tegaskan Ini

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bea Cukai Banda Aceh mengamankan 101.520 batang rokok ilegal dengan berbagai merek dalam penindakan di sejumlah titik strategis sepanjang periode Maret-April 2026. Foto: Dokumentasi Bea Cukai

jpnn.com, BANDA ACEH - Bea Cukai Banda Aceh mengamankan 101.520 batang rokok ilegal dengan berbagai merek sepanjang periode Maret hingga April 2026.

Ratusan ribu batang rokok ilegal tersebut berasal dari penindakan di sejumlah titik strategis, seperti kawasan penyedia jasa titipan, operasi pasar, serta pengawasan terhadap kelebihan bawaan barang kena cukai oleh penumpang di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh Rahmat Priyandoko mengungkapkan rokok-rokok tersebut merupakan barang kena cukai yang tidak memenuhi ketentuan, baik karena tidak dilekati pita cukai maupun dibawa melebihi batas yang diperbolehkan oleh penumpang pesawat dari luar negeri.

Rahmat menegaskan penindakan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga penerimaan negara dari sektor cukai.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan dan bersinergi dengan berbagai pihak guna menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Aceh,” tegas Rahmat dalam keterangannya, Kamis (30/4).

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli maupun mengedarkan rokok ilegal.

Rahmat juga meminta masyarakat turut berperan aktif dalam melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran di lingkungan sekitarnya.

“Melalui langkah ini, kami berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya kembali. (mrk/jpnn)

Bea Cukai Bandar Aceh menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan bersinergi dengan berbagai pihak guna menekan peredaran rokok ilegal di wilayahnya


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|