SETARA Institute Merilis Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan, Simak

2 hours ago 1

SETARA Institute Merilis Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan, Simak

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

SETARA Institute memaparkan KBB 2025 bertajuk “Reorientasi Kebijakan dan Tindakan Negara” yang digelar di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026. Foto: Source

jpnn.com, JAKARTA - SETARA Institute merilis Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Secara garis besar, kondisi KBB tahun 2025 tidak menampakkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan pencatatan SETARA Institute, ditemukan jenis-jenis pelanggaran yang sama dari tahun-tahun sebelumnya.

“Hal ini menjadi bukti nyata bahwa negara belum sungguh-sungguh berkomitmen untuk menjaga stabilitas nasional melalui pemeliharaan toleransi antarumat beragama,” kata Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan saat memaparkan KBB 2025 bertajuk “Reorientasi Kebijakan dan Tindakan Negara” yang digelar di Jakarta, Selasa (10/3).

Pada laporan KBB tahun 2025, SETARA Institute mencatat, terjadi 221 peristiwa pelanggaran dengan jumlah tindakan sebanyak 331. Sekalipun secara kuantitatif angka ini menunjukkan adanya sedikit penurunan dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 260 peristiwa dengan 402 tindakan pada tahun 2024, namun skala dampak yang ditimbulkan akibat kasus pelanggaran KBB yang terjadi di tahun 2025 menunjukkan bagaimana negara masih belum sepenuhnya bergegas menuju progresi yang substantif.

Dari jumlah pelanggaran di tahun 2025 tersebut, 128 pelanggaran KBB dilakukan oleh aktor negara, berbanding 197 pelanggaran dilakukan oleh aktor non-negara.

“Salah satu faktor yang menjadi contextual trigger dari tingginya angka pelanggaran KBB secara konsisten dalam kurun waktu 5 tahun terakhir adalah masih adanya regulasi diskriminatif dan intoleran yang menyasar kelompok minoritas seperti kelompok agama Kristen dan Katolik, serta Jemaat Ahmadiyah. Regulasi ini terus dilestarikan demi membatasi ruang gerak kelompok minoritas untuk melaksanakan ajaran dan ritus keagamaannya. Regulasi existing juga menjadi alat legitimasi bagi kelompok intoleran untuk melakukan tindakan diskriminasi,” paparnya.

Tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kondisi KBB di Indonesia sepanjang tahun 2025 masih menunjukkan berbagai persoalan yang belum tertangani secara komprehensif.

Dalam laporan ini, SETARA Institute mencatat tiga highlight utama pelanggaran KBB yang menonjol sepanjang 2025. Pertama, menguatnya kontribusi tindakan pelanggaran KBB dari aktor non-negara.

SETARA Institute Merilis Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) di Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|