jpnn.com, JAKARTA - PT TASPEN (Persero) terus melanjutkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para peserta, khususnya pensiunan Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan Pejabat Negara, dalam masa penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) 2026.
Melalui proses pembagian tunjangan sejak 5 Maret 2026 ini, TASPEN mengimbau seluruh peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang marak terjadi dan mengatasnamakan perusahaan.
Corporate Secretary TASPEN Henra menegaskan penyaluran THR dilakukan secara otomatis langsung ke rekening masing-masing peserta tanpa memerlukan proses autentikasi tambahan.
Dia menegaskan TASPEN tidak pernah memungut biaya layanan atau meminta data pribadi tambahan untuk pencairan THR melalui kanal tidak resmi dalam seluruh proses pelayanan.
"Seluruh layanan kami bersifat gratis. Kami mengajak peserta untuk bersama-sama menjaga keamanan data pribadi dari pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Henra dalam keterangan resminya, Senin (9/3).
Pada momentum penyaluran THR 2026, PT TASPEN (Persero) memastikan proses pembayaran kepada sekitar 3,2 juta penerima pensiun berjalan tepat waktu, aman, dan akurat, dengan 97 persen THR telah berhasil disalurkan hingga saat ini.
Seiring dengan proses tersebut, TASPEN juga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang kerap muncul pada periode pencairan dana, seperti permintaan data pribadi, pengiriman tautan mencurigakan, maupun permintaan biaya layanan yang mengatasnamakan TASPEN.
Perusahaan menegaskan seluruh layanan TASPEN, termasuk pencairan THR, tidak dipungut biaya apa pun, sehingga peserta diimbau untuk tidak memberikan informasi pribadi maupun keuangan kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

1 hour ago
2





















































