jpnn.com, JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS Mulyanto menilai sudah waktunya Indonesia untuk serius membangun cadangan strategis minyak nasional.
Sebab, ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, sering kali disusul dengan lonjakan harga minyak, yang ujung-ujungnya menekan kapasitas fiskal.
“Tanpa bantalan yang cukup, oil shock dapat mengancam ekonomi nasional,” ungkap Mulyanto dikutip, Rabu (18/3).
Mulyanto menambahkan Indonesia kini telah menjadi negara net importer minyak.
Produksi domestik hanya mampu memenuhi sekitar 35 hingga 40 persen kebutuhan, sementara 60 hingga 65 persen sisanya harus dipenuhi melalui impor.
“Artinya, setiap kenaikan harga minyak dunia akan langsung membebani fiskal dan meningkatkan tekanan terhadap subsidi energi", jelasnya.
Menurut dia, situasi ini menjadi makin beresiko, karena Indonesia belum memiliki cadangan strategis minyak yang memadai.
“Saat ini yang ada hanya cadangan operasional Pertamina yang sebanyak 20 hari komsumsi", tambahnya.

5 hours ago
3




















































