Saat Kelor Menjadi Jalan Menghidupkan Pondok Kelor

16 hours ago 4

Oleh: Desiana Vidayanti - Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana; yang menaruh perhatian pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan desa, serta rekayasa geoteknik

Saat Kelor Menjadi Jalan Menghidupkan Pondok Kelor

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Desiana Vidayanti. Foto: Source for JPNN

jpnn.com - Ada ironi dalam pembangunan desa: program datang silih berganti, tetapi persoalan yang sama sering kembali.

Hari ini ada program pengelolaan sampah. Besok pemberdayaan usaha mikro.

Setelah itu ketahanan pangan, penguatan kelembagaan, atau pengembangan desa wisata.

Program selesai, pendamping pulang, lalu perlahan semuanya kembali seperti semula.

Sampah kembali menumpuk. Kelompok usaha berhenti berproduksi. Potensi lokal yang sempat diperkenalkan kembali terlupakan.

Pertanyaannya, apakah desa memang kekurangan program, atau justru kekurangan sistem yang menghubungkan berbagai program tersebut?

Pertanyaan inilah yang relevan ketika melihat pengalaman Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Bukan Sekadar Masalah Sampah

Masa depan Pondok Kelor memang tidak perlu dicari terlalu jauh. Ia bisa saja tumbuh kembali dari pekarangan rumah, dari pohon kelor, dari tangan warga.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|