jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan nilai tukar rupiah memiliki ruang besar untuk menguat di tengah dinamika pasar global.
Menurutnya, optimisme ini didasarkan pada fundamental ekonomi nasional yang tetap kukuh, yang menjadi benteng utama dalam menghadapi tekanan eksternal terhadap rupiah.
Sementara rupiah pada penutupan perdagangan Senin bergerak melemah 39 poin atau 0,23 persen menjadi Rp 16.997 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp 16.958 per dolar AS.
“Kalau ekonomi lagi lari kencang, makin kencang, harusnya fundamentalnya baik. Kalau normal, rupiah harusnya menguat,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin.
Namun, ia menyerahkan strategi intervensi kepada Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas yang bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dia menyatakan tak akan berkomentar lebih jauh untuk menghindari spekulasi intervensi pemerintah terhadap kebijakan moneter.
“Saya nggak tahu kenapa (rupiah) melemah. Anda harus tanyakan ke bank sentral. Karena tanggung jawab bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar,” tuturnya.
Adapun tekanan terhadap rupiah disebut terdampak oleh peningkatan permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

5 days ago
11





















































