jpnn.com, JAKARTA - Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan kesedihannya harus menjalani ibadah puasa dan menyambut Lebaran pertama di dalam Rumah Tahanan (Rutan).
Nadiem saat ini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
"Sedih sekali bahwa nggak bisa bersama keluarga saya, dengan anak-anak saya. Itu sangat menyedihkan buat saya," kata Nadiem saat ditemui sebelum sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Senin.
Namun demikian meski masih dalam masa perawatan karena kondisi medis, dirinya bersyukur bisa menjalankan ibadah puasa pada momen Ramadhan tahun ini bersama dengan teman-teman di rutan.
Bersama para tahanan, Nadiem mengatakan mereka bisa saling mendukung, bahkan mengadakan buka puasa bersama.
Saat Lebaran nanti, ia pun berharap keluarganya bisa berkunjung ke rutan untuk merayakan Hari Raya bersama.
"Ini Lebaran pertama saya terpisah dari keluarga," tuturnya.
Dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019–2022, Nadiem didakwa melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,18 triliun.

2 hours ago
2





















































