Prabowonomics: Dari Pertumbuhan Ekonomi Artifisial Menjadi Fundamental

2 hours ago 1

 Dari Pertumbuhan Ekonomi Artifisial Menjadi Fundamental

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. Dok: source for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Gagasan “Prabowonomics” dianggap sebagai upaya menggeser arah pertumbuhan ekonomi Indonesia dari yang bersifat artifisial menuju fundamental.

Pendekatan tersebut menekankan peran aktif negara dalam memastikan pemerataan manfaat ekonomi di tengah dinamika pasar global yang kompetitif.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut hahwa konsep ekonomi modern yang sering disebut sebagai new normal sejatinya bukan hal baru.

Dia merujuk pada pemikiran ekonom mazhab Austria, Joseph Schumpeter yang sejak 1942 menggambarkan ekonomi sebagai sistem yang dinamis dan penuh gejolak.

Dedi menyebut dalam teori Schumpeter, inovasi menjadi kunci utama melalui konsep creative destruction, yakni proses inovasi menghancurkan sistem lama dan melahirkan tatanan baru yang lebih efisien.

Namun, kondisi ini juga berpotensi menciptakan ketimpangan jika hanya dikuasai oleh segelintir pelaku usaha besar.

Dalam perspektif teori Five Forces dari Michael Porter, posisi tawar konsumen bisa melemah ketika pasar dikuasai oleh pemain dominan.

Akibatnya, masyarakat berpotensi menjadi price taker yang tidak memiliki daya tawar terhadap harga maupun pilihan produk.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut hahwa konsep ekonomi modern yang sering disebut sebagai new normal sejatinya bukan hal baru.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|