Pelatih Timnas Bulgaria Nostalgia dengan Timnas Indonesia, Persija, Stadion Menteng, dan Lebak Bulus

8 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, teringat dengan Timnas Indonesia, Persija Jakarta, Stadion Menteng, dan Stadion Lebak Bulus, dalam konferensi pers jelang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).

Sebelum sesi jumpa media dimulai, Dimitrov melihat beberapa wartawan yang menggunakan atribut dan jersey Persija. Arsitek berusia 49 tahun itu berceletuk "kapan juara" dalam bahasa Indonesia.

Dia juga menyinggung tentang Stadion Menteng dan Stadion Lebak Bulus, dua kandang Persija yang telah dirobohkan dan berubah fungsi menjadi taman serta Depo MRT Lebak Bulus.

Dimitrov sedikit memahami budaya Indonesia. Maklum, ia pernah berkarier sebagai pemain dan pelatih pada era 2000-an. Dia membela Persija Jakarta pada 2002 dan Persegres Gresik United pada 2003-2004.

Sesudah banting setir ke dunia kepelatihan, Dimitrov menjadi asisten Ivan Kolev di Persipura Jayapura pada 2006-2007 dan Timnas Indonesia pada 2007.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Perbedaan Sepak Bola Indonesia

Tentang perbedaan sepak bola, khususnya Timnas Indonesia dulu dan sekarang, Dimitrov berbagi pandangannya. Kini, ia melihat tim berjulukan Skuad Garuda itu dihuni banyak pemain naturalisasi.

"Itu adalah periode yang sangat indah bagi saya, baik sebagai pemain maupun pelatih. Karier kepelatihan saya dimulai dari sini," imbuh Dimitrov.

"Perbedaan terbesar yang saya lihat sekarang adalah banyaknya pemain naturalisasi dalam Timnas Indonesia."

"Dulu, kami hanya mengandalkan pemain lokal dari liga domestik, dan saya berani mengatakan saat itu Indonesia memiliki satu di antara tim terkuat dalam sejarahnya," tuturnya.

Tim Kepelatihan Lebih Gemuk

Selain itu, ia melihat tim kepelatihan Timnas Indonesia saat ini jauh lebih gemuk daripada ketika ia masih menjadi bagian dari Skuad Garuda pada 19 tahun lalu.

"Perbedaan lainnya adalah jumlah staf pelatih yang sekarang jauh lebih banyak," terang Dimitrov.

"Saya rasa ini mulai sejak era Patrick Kluivert dan sekarang berlanjut dengan John Heitinga. Hal ini tentu merupakan sesuatu yang positif," papar juru taktik berusia 49 tahun itu.

Read Entire Article
Koran JPP|