Pelatih PSBS Ungkap Batas Aman dari Degradasi di BRI Super League: Musim Ini Bakal Lebih Sulit

4 hours ago 2

Bola.com, Sleman - Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menilai persaingan di papan bawah klasemen BRI Super League 2025/2026 jauh lebih ketat ketimbang musim-musim sebelumnya.

Arsitek asal Rumania itu mengaku punya pengalaman tersendiri ketika membicarakan soal batas aman untuk bertahan di kasta tertinggi. Ia pernah mempelajari situasi serupa saat menangani PSS Sleman di Liga 1 musim 2023/2024.

"Ada satu hal, saya ingat saat saya melatih PSS Sleman dan selalu mempelajarinya, tim harus meraih lebih dari 36-38 poin untuk aman dari degradasi," ujar Marian Mihail.

"Tapi saya rasa musim ini akan lebih sulit, tim-tim yang turun akan memiliki poin lebih sedikit karena enam tim yang terlibat dalam pertarungan ini akan saling berbagi poin dan persaingan akan lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya," lanjutnya.

Apa yang disampaikan Mihail memang benar adanya. Saat ini, enam tim penghuni papan bawah klasemen memiliki jarak poin yang sangat tipis, sehingga setiap pertandingan bisa mengubah peta persaingan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kondisi Mental Tim Papan Bawah

Mihail juga menyoroti perbedaan mental antara tim-tim di zona aman dengan kesebelasan yang sedang berjuang keluar dari papan bawah. Menurutnya, tekanan besar membuat tim pesakitan kerap bermain lebih terburu-buru.

Hal tersebut disampaikannya menjelang laga melawan Persik Kediri pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB.

"Saya mengamati mereka karena saya suka tipe tim seperti ini dengan pelatih yang fokus pada permainan. Tapi itulah perbedaan saat ini dengan tim-tim yang berada di papan bawah," kata Mihail.

"Kondisi mentalnya kami, Persis Solo, Semen Padang, Madura berada dalam kesulitan dan lebih terburu-buru, lebih tertekan untuk pertandingan. Tim seperti PSIM, Persita, Kediri, mereka lebih sabar dan santai karena hanya fokus bermain tanpa memikirkan degradasi," sambungnya.

PSBS Masih Terpuruk

Saat ini, Badai Pasifik masih tertahan di zona degradasi. Jawara Liga 2 2023/2024 tersebut menempati posisi ke-16 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 18 poin.

PSBS juga tengah mengalami periode sulit karena sudah cukup lama tidak meraih kemenangan. Kali terakhir, mereka memetik poin penuh kala membekuk Bhayangkara FC 4-1 pada pekan ke-17, 12 Januari lalu.

Sejak saat itu, PSBS belum mampu kembali meraih tiga angka. Dari total 23 pertandingan yang dijalani musim ini, mereka baru mencatatkan empat kemenangan, enam imbang, plus 13 kekalahan.

Masalah besar lainnya adalah lini pertahanan yang rapuh. Sandro Embalo dkk. sejauh ini sudah kebobolan 49 gol, jumlah terbanyak di liga musim ini. Sementara dari sisi produktivitas, PSBS mencetak 26 gol.

Read Entire Article
Koran JPP|