jpnn.com, JAKARTA - Tim kepelatihan Timnas U-20 Indonesia mulai memperketat kriteria pemilihan pemain yang akan membela Merah Putih.
Pelatih kepala Nova Arianto menekankan bahwa aspek non-teknis, terutama perilaku pemain di dalam maupun di luar lapangan, kini menjadi catatan penting.
"Pastinya ke depan tim nasional akan memanggil sekali lagi pemain-pemain yang baik selain secara kualitas tetapi secara attitude dan semuanya menjadi catatan kami dalam memanggil pemain," kata Nova Arianto kepada awak media di Jakarta, Rabu.
Ia menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan seputar nasib pemain timnas U-20 Fadly Alberto Hengga yang terlibat dalam insiden kekerasan di Elite Pro Academy U-20 (EPA U-20) dalam pertandingan antara Dewa United Banten FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang.
Pada pertandingan itu, kericuhan terjadi pada akhir laga, salah satunya diwarnai dengan aksi tendangan kungfu pemain Bhayangkara sekaligus penggawa timnas U-20 Indonesia Fadly Alberto Hengga ke pemain Dewa United Rakha Nurkholis.
Nova mengaku sangat menyayangkan peristiwa kekerasan yang melibatkan Fadly Alberto. Kejadian itu, kata dia, harus menjadi evaluasi mendalam bagi pemain Bhayangkara FC itu agar tidak terulang di kemudian hari.
"Saya bukan mewajarkan, tetapi Alberto adalah pemain muda dan saya pikir ini menjadi pelajaran yang baik buat Alberto," katanya.
Nova menegaskan bahwa tim nasional memiliki standar yang tinggi dalam memilih representasi negara di lapangan hijau.

1 day ago
1




















































