jpnn.com, JAKARTA - Harga minyak dunia berpotensi menyentuh level 150 USD per barel akibat adanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan jika harga minyak dunia 150 USD per barel, maka lonjakan itu tidak akan berlangsung lama karena berpotensi memicu resesi global.
“Tidak apa-apa (kalau harga minyak ke level 150 USD per barel), kami pasti selamat. RI tidak akan hancur. Kenapa? Tidak akan lama ke 150 USD. Karena semuanya akan resesi. Sehabis itu jatuh dalam sekali,” kata Purbaya dikutip Selasa (17/3).
Dia mencontohkan lonjakan harga minyak pada masa lalu yang sempat mencapai sekitar 150 USD per barel sebelum akhirnya turun drastis hingga jauh lebih rendah.
Hal tersebut, menurut dia, menunjukkan ekonomi global tidak dapat bertahan lama dengan harga minyak yang terlalu tinggi.
Purbaya juga menilai, produsen minyak pada akhirnya tidak akan membiarkan harga terlalu tinggi dalam waktu lama.
Hal itu karena kondisi tersebut justru dapat merugikan mereka sendiri ketika permintaan energi turun akibat perlambatan ekonomi global.
Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila harga minyak terus meningkat dalam jangka waktu lama.

2 hours ago
3





















































